08 Desember 2011

PERETEMANAN DALAM ISLAM



إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, bahwa seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.

Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,

"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan berperilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa." (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)
Termasuk dalam larangan di atas adalah berteman dengan pelaku dosa-dosa besar dan ahli maksiat, lebih-lebih berteman dengan orang-orang kafir dan munafik.

Khathabi berkata, “Yang dimaksud dengan jangan memakan makananmu, kecuali orang yang bertakwa adalah dengan cara mengundang mereka dalam suatu jamuan makan. Sebab jamuan makan bisa melahirkan rasa kasih sayang dan cinta di antara yang hadir”. Adapun makanan yang memang dibutuhkan oleh mereka, maka tidak apa-apa diberikan.

Allah berfirman, artinya, "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8). Dan yang ditawan bisa saja adalah orang-orang kafir.

Demikian juga dalam pergaulan yang sifatnya umum seperti bertetangga, jual beli dan sebagainya, maka hukumnya masuk dalam hukum muamalah, di mana kita boleh bermuamalah dengan siapa saja, muslim maupun non muslim.

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

Dari Mu'adz bin Jabal berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, "Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , diceritakan, "Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, 'Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini', jawabnya, 'Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?' 'Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla', jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, "Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia."

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, "Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya." (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri." (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya "Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu." (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya."

Termasuk yang membantu langgengnya cinta dan kasih sayang adalah saling memberi hadiah di antara sesama teman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian." (HR. Imam Malik).


أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ



[KHUTBAH KEDUA]
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.



Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma'ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
"Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya." (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”

Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
"Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku." (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata 'shahih')
Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar.

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, "
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya." (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 67)

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
رَبّنََا لاَتًؤَخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تُحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبّنَا آتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ

SALAM DALAM ISLAM



1. Al Qur'an
Allah SWT berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat" (An Nuur [24]: 27).
Allah SWT berfirman:"... Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada dirimu sendiri. Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya" (An Nuur [24]: 61).

2. Hadits
Rasulullah Saw bersabda:"Demi Dia yang diriku berada di tangan-Nya! Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling berkasih-sayang. Maukah kalian saya tunjukkan suatu perkara yang apabila kalian kerjakan, maka akan tumbuh rasa kasih-sayang di antara kalian? Sebarkan salam di antara kalian!" (HR. Muslim).

Rasulullah SAW bersabda:"Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur; niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat sejahtera" (At Tirmidzi).

3. Sunnah Para Nabi dan Rasul
Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Ketika Allah telah menjadikan Adam, maka Allah memerintahkan:"Pergilah kepada para Malaikat dan ucapkan salam kepada mereka yang tengah duduk. Dengarkanlah jawaban salam mereka, karena itu akan menjadi ucapan salam bagi kamu dan anak cucumu kelak!" Maka pergilah Nabi Adam dan mengucapkan:"Asalaamu ‘alaikum!" Para Malaikat menjawab:"Assalaamu ‘alaika warahmatullaah!" Mereka menambah warahmatullaah" (HR. Bukhary dan Muslim).
Al Qur'an menceritakan kisah Ibrahim AS:"(Ingatlah) ketika mereka msuk ke tempatnya lalu mengucapkan:"Salaaman", Ibrahim menjawab:"Salaamun" ..." (Adz Dzaariyaat [51]: 25).

4. Perilaku Para Shahabat
Thufail Bin Ubay Bin Ka'ab pernah datang ke rumah Abdullah Bin Umar; lalu keduanya pergi ke pasar. Ketika keduanya sampai di pasar, tidaklah Abdullah Bin Umar menemui tukang rombeng, penjual toko, orang miskin dan siapa saja melainkan mesti memberi salam kepada mereka.

Suatu hari, Thufail Bin Ubay Bin Ka'ab datang lagi ke rumah Abdullah Bin Umar, dan diajak lagi ke pasar. Maka Thufail bertanya:"Perlu apa kita ke pasar? Kamu sendiri bukanlah seorang pedagang dan tidak ada kepentingan menanyakan harga barang atau menawar barang. Lebih baik bila kita duduk bercengkerama di sini". Abdullah Bin Umar menjawab:"Hai Abu Bathn! Sebenarnya kita pergi ke pasar hanya untuk memasyarakatkan salam. Kita beri salam kepada siapa saja yang kita temui di sana!" (Imam Malik dalam kitab Al Muwatha' dengan sanad shahih).
Hukum
1. Mengucapkan Salam
Hukum mengucapkan salam adalah sunnah yang dikuatkan (sunnah mu'akadah). Rasulullah SAW bersabda:"Jika seseorang di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah memberi salam kepadanya. Jika antara dia dan saudaranya terhalang pepohonan, dinding atau bebatuan; kemudian mereka berjumpa kembali, maka ucapkan salam kepadanya" (HR. Abu Daud).

2. Menjawab Salam
Sedangkan hukum menjawab salam adalah wajib. Sebagaimana firman Allah SWT:"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu" (An Nisaa' [4]: 86).

3. Ucapan Salam
Ucapan salam yang lengkap adalah "Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh" yang artinya "semoga seluruh keselamatan, rahmat dan berkah Allah dilimpahkan kepada kalian". Ucapan salam ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW ketika beliau tengah bersama isterinya, ‘Aisyah RA, beliau bersabda:"Ini Jibril mengucapkan salam kepada kamu". Maka ‘Aisyah RA menjawab:"Wa ‘alaihissalaam warahmatullaahi wabarakaatuh" (HR. Bukhary dan Muslim).
Idealnya seorang Muslim mengucapkan salam dengan lengkap, tetapi tetap diperkenankan seseorang untuk mengucapkan salam:
a. Assalaamu ‘alaikum
b. Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah, atau
c. Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh (lengkap)

Semakin lengkap ucapan salam seorang, maka semakin banyak pula keutamaan yang diraihnya. Imran Bin Hushain RA menceritakan tentang seseorang yang mendatangi Rasulullah SAW dan mengucapkan salam:"Assalaamu ‘alaikum!" Rasulullah SAW menjawab salam tersebut, dan kemudian memberikan komentar:"Sepuluh!" Kemudian datang orang lain yang mengucapkan salam:"Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah!" Rasulullah SAW menjawab dan kemudian memberikan komentar:"Duapuluh!" Dan datanglah orang ketiga dan mengucapkan salam:"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh!" Maka Rasulullah SAW menjawab:"Tigapuluh!" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Demikianlah, semakin lengkap ucapan salam seseorang, akan semakin banyak pula keutamaan yang dia peroleh.

4. Ucapan Balasan Salam
Sedangkan jawaban salam, minimal setara dengan ucapan salam; dan kalau bisa, malah dilebihkan. Allah Ta'ala berfirman:" Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu" (An Nisaa' [4]: 86).
Sehingga jawaban salam yang disyari'atkan adalah:
a. Bila ucapan salam "Assalaamu ‘alaikum" maka jawaban minimal adalah "Wa'alaikumussalaam", jawaban lebih adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaah", dan jawaban lengkapnya adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh".
b. Bila ucapan salam "Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah" maka jawaban minimal adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaah", dan jawaban lengkapnya adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh".
c. Bila ucapan salam "Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh" maka jawaban minimal adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh"

Adab

Ada beberapa adab yang harus diperhatikan dalam menyebarkan salam, yaitu:
1. Urutan Salam
Sabda Rasulullah SAW:
a. Orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan
b. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk
c. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang lebih banyak
d. Yang kecil (muda) memberi salam kepada yang besar (tua) (HR. Bukhary).

Itulah urutan salam yang menjadi adab bagi seorang Muslim untuk menyebarkan salam. Sikap dasar seorang Muslim adalah mencoba memaklumi orang lain dan tidak meminta untuk dimaklumi. Urutan salam inipun tidak harus menjadikan kita minta untuk dimaklumi. Misal orang tua sama sekali tidak mau memberi salam kepada yang lebih muda, dan menuntut supaya anak-anak muda itu yang harus terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Sikap tuntutan seperti ini tentu saja berlebih-lebihan. Mestinya seorang Muslim tidak terjebak dengan sikap kekanak-kanakan seperti ini.

2. Mendahului Salam
Terlepas dari urutan dalam memberi salam, Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendahului dalam memberi salam. Diharapkan kita tidak pasif dalam mengucapkan salam, yaitu sekedar menanti datangnya ucapan salam dari orang lain. Diharapkan pula kita tidak menjadi orang yang suka menuntut orang lain untuk mengucapkan salam duluan. Rasulullah SAW mengajarkan, justru yang memulai salam itulah orang yang lebih mulia.

Sabdanya:"Seutama-utama manusia bagi Allah adalah yang mendahului salam (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:"Ya Rasulullah, jika dua orang bertemu muka, manakah di antara keduanya yang harus terlebih dahulu memberi salam?" Rasulullah SAW menjawab:"Yang lebih dekat kepada Allah (yang berhak terlebih dahulu memberi salam)" (HR. tirmidzi).

3. Menjawab Setara atau Lebih
Apabila ada seseorang yang memberi salam kepada kita, maka idealnya kita memberikan jawaban yang sama (setara). Misalkan seseorang mengucapkan salam kepada kita:"Assalaamu ‘alaikum warahmatuulaah!" Minimal kita harus menjawab:"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah!"
Lebih utama lagi, apabila kita memberikan jawaban yang lebih daripada ucapan salam tersebut. Misalkan seseorang mengucapkan salam kepada kita:"Assalaamu ‘alaikum warahmatuulaah!" Maka akan lebih baik apabila kita menjawab:"Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabaraakatuh!"

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu" (An Nisaa' [4]: 86).

Jawaban salam masih kurang setara apabila kita memberi jawaban:"Wa'alaikum salaam ...!" Harusnya, jawaban itu adalah:"Wa ‘alaikumus salaam ...!" Perbedaan antara keduanya adalah: salaam dan as salaam. Kata salaam berarti keselamatan, sedangkan kata as salaam memiliki makna seluruh keselamatan. Tentu saja tidak setara antara keselamatan dan seluruh keselamatan. Jawaban "Wa'alaikum salaam ..." mempunyai makna keselamatan atas kalian; sedangkan jawaban "wa ‘alaikumus salaam ..." mempunyai makna seluruh keselamatan atas kalian. Tentu saja jawaban "Wa'alaikum salaam (keselamatan atas kalian)..." tidak setara apabila pemberi salam megucapkan:"Assalaamu ‘alaikum (Seluruh keselamatan atas kalian) ...!"

4. Menjabat Tangan
Selain mengucapkan salam, akhlaq yang indah (karimah) bagi seorang Muslim ketika bertemu dengan saudaranya adalah menjabat tangannya dengan hangat. Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW:"Ya Rasulullah, jika seseorang dari kami bertemu dengan saudaranya atau temannya apakah harus menunduk-nunduk?" Jawab Rasulullah SAW:"Tidak!" Tanyanya:"Apakah harus merangkul kemudian menciumnya?" Jawab Rasulullah SAW:"Tidak!" Tanyanya sekali lagi:"Apakah meraih tangannya kemudian menjabatnya?" Jawab Rasulullah SAW:"Ya!" (HR. Muslim).

Selain memiliki nilai kehangatan dan persahabatan (ukhuwwah), jabatan tangan juga akan menghapus dosa di antara kedua Muslim yang melakukannya. Rasulullah SAW bersabda:"Tidaklah dua orang Muslim yang bertemu kemudian berjabat tangan kecuali Allah akan mengampuni dosa keduanya sampai mereka melepaskan jabatan tangannya" (HR. Abu Daud).

Yang tetap perlu diperhatikan hendaklah lelaki tidak berjabat-tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya; demikian pula sebaliknya. Meskipun dalam masalah ini, DR. Yusuf Al Qardhawi tidak mengharamkannya secara mutlaq.

5. Berwajah Manis
Yang dimaksud berwajah manis adalah penampilan yang menyenangkan serta senyum yang mengembang. Gaya seperti inilah yang diinginkan Rasulullah SAW ketika seorang Muslim bertemu dengan saudaranya. Sabda Rasulullah SAW:"Jangan kalian meremehkan sedikitpun tentang kebaikan, meskipun hanya wajah yang manis saat bertemu dengan saudaramu" (Al Bukhary).

6. Tidak Memalingkan Wajah
Memalingkan wajah, apapun alasannya, sulit untuk ditafsirkan lain kecuali sikap meremehkan atau memusuhi. Apabila seorang Muslim berjumpa dengan saudaranya, selain salam dan jabat tangan. hendaklah ditambah dengan menatap wajah saudaranya; tidak malah memalingkan wajah. Nilai ucapan salam dan jabatan tangan menjadi hampa dan hilang ketika seseorang melakukannya sambil memalingkan wajah.

Allah SWT telah mengingatkan masalah ini dengan firman-Nya:"Dan janganlah kamu memalingkan muka kamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman [31]: 18).

7. Tidak Membikin Gaduh
Setiap pembicaraan yang kita lakukan hendaklah secukupnya saja. Maksudnya, tidak dengan suara yang berlebihan, tetapi juga tidak terlalu lemah. Minimal orang yang kita ajak berbicara mampu menangkap suara kita, itu sudah cukup. Demikian pula dalam mengucapkan salam; secukupnya saja.

Al Miqdad RA biasa menyediakan susu bagian Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW datang pada waktu malam, lalu beliau memberi salam dengan perlahan sehingga tidak membangunkan orang yang tidur, dan cukup didengar oleh mereka yang terjaga. Dan beliau mengucapkan salam sebagaimana biasa beliau mengucapkan salam (HR. Muslim).

8. Tidak mengucapkan ‘Alaikassalaam
Ucapan salam yang dilarang oleh Rasulullah SAW adalah ‘alaikassalaam, karena kata ‘alaikassalaam adalah salam untuk orang yang telah meninggal. Abu Juray al Hujaimi datang kepada Rasulullah SAW sambil mengucapkan:"'Alaikassalaam, ya Rasulullah!" Maka Rasulullah SAW berkata:"Jangan berkata 'alaikassalaam karena ‘alaikassalaam itu merupakan salam bagi orang mati" (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi).

9. Salam kepada Lain Jenis
Laki-laki diperkenankan memberi salam kepada wanita; dan sebaliknya wanita juga diperbolehkan mengucapkan salam kepada laki-laki. Demikianlah yang dilakukan Rasulullah SAW ketika berjalan melalui sekumpulan wanita. Beliau memberi salam kepada mereka (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Asma' Binti Jazid menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW berjalan di masjid mendadak melihat rombongan wanita tengah duduk, maka beliau melambaikan tangan dengan mengucapkan salam" (HR. At Tirmidzi).

Sedangkan salam wanita kepada laki-laki digambarkan oleh Ummu Hani' Binti Abu Thalib RA ketika datang kepada Rasulullah SAW saat Fat-hu Makkah (penaklukan kota Makkah). Saat itu, Rasulullah SAW tengah mandi dan di depan ada Fathimah. Maka Ummu Hani' memberikan salam kepada Rasulullah SAW (HR. Muslim).

Tentu saja, memberikan salam kepada lawan jenis yang bukan muhrim dilakukan dengan tetap memperhatikan adab-adab pergaulan lawan jenis. Jangan sampai salam dengan lawan jenis justru dijadikan sebagai pengantar mendekati perbuatan zina. Misalkan salam anak-anak muda kepada lawan jenis dengan ragam salam yang tidak tepat. Ada salam sayang, salam mesra, salam rindu dan mungkin ada salam-salam lain yang lebih berbahaya. Padahal salam seperti itu ditujukan kepada lawan jenis yang bukan muhrim bukan pula isteri/suaminya. Salam seperti inilah yang tidak lagi bernilai syar'i.

10. Salam kepada Orang Non Muslim
Diharamkan seorang Muslim mendahului mengucapkan salam kepada orang Non Muslim. Rasulullah SAW bersabda:"Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani" (HR. Muslim).

Tetapi apabila forumnya telah berbaur antara orang Muslim dengan Non Muslim, maka diperkenankan kita untuk memulai mengucapkan salam. Demikianlah yang dilakukan Rasulullah SAW ketika melewati suatu majelis yang berbaur antara orang Muslim, musrikin penyembah berhala dan Yahudi. Beliau mengucapkan salam kepada mereka" (HR. Bukhary dan Muslim).

Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang diperkenankan oleh syari'at adalah:"Wa ‘alaikum!" (Semoga anda juga). Itu saja, tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan:"Jika orang-orang Ahli Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah:"Wa ‘alaikum" (HR. Bukhary dan Muslim).

11. Salam kepada Anak-anak
Salam tidak hanya hak bagi pemuda dan orang tua. Anak-anak pun berhak untuk mendapatkan salam dan membalasnya. Bahkan, kebiasaan menyebarkan salam kepada anak-anak, diharapkan dapat mewarnai akhlaq seseorang ketika menginjak remaja dan dewasa.

Anas Bin Malik RA memberi salam kepada anak-anak ketika dia berjalan di muka mereka. Kemudian Anas berkata:"Dahulu Rasulullah SAW juga berbuat seperti ini (HR. Bukhary dan Muslim).
Maka berilah salam kepada anak-anak sekaligus mengkondisikan mereka dengan akhlaq-akhlaq Islami sejak dini.

12. Salam jika Masuk Rumah
Allah SWT memerintahkan kepada Kaum Muslimin untuk meminta ijin dan mengucapkan salam apabila hendak memasuki rumah orang lain. Firman-Nya:"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat" (An Nuur [24]: 27).
Demikian pula jika kita memasuki rumah kita sendiri, baik dalam keadaan ada orangnya atau dalam keadaan kosong. Disyari'atkan supaya kita mengucapkan salam. Allah SWT berfirman:"... Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada dirimu sendiri. Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya" (An Nuur [24]: 61).

Rasulullah SAW pun juga mengajarkan kepada Anas Bin Malik:"Wahai anak, jika kamu masuk ke dalam rumah keluargamu, hendaknya memberi salam, supaya menjadi berkah untuk kamu dan keluargamu" (HR. at Tirmidzi).

13. Berkirim Salam
Sudah menjadi tradisi di kalangan kita untuk saling berkirim salam kepada saudara kita melalui orang lain. Tetapi ada perilaku yang masih canggung bagi kita untuk berkirim salam, yaitu isi salamnya justru seringkali tidak tersampaikan. Maka cara berkirim salam adalah sebagai berikut:

Pertama, untuk pihak pengirim salam mestinya menitipkan salam sekaligus isi salamnya, sebagai mana seseorang yang berkata,"Saya mau nitip surat kepada si Fulan", maka tentunya dia akan mengambilkan surat tersebut dan diberikan kepada pengirimnya. Maka seorang pengirim surat ketika mengatakan,"Saya titip salam buat si Fulan" dia harusnya menambahkan,"Assalaamu ‘alaihim warahmtullaahi wabarakaatuh".

Kedua, untuk pihak pembawa salam mestinya menyampaikan salam sekaligus isi salamnya. Sebagaimana Pak Pos yang berkata,"Ada surat buat Bapak" kemudian dia akan menyerahkan surat tersebut kepada orang yang dituju. Demikian pula seorang pembawa salam ketika berkata kepada orang yang dituju,"Kamu dapat salam dari si Fulan" maka salamnya harus disampaikan,"Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh".

Ketiga, pihak penerima salam hendaknya membalas salam dari saudaranya sekaligus isinya. Maka seharusnya ketika dia berkata,"Salam balik, ya" maka dia harusnya menambahkan,"Assalaamu'alaihim warahmatullaahi wabarakaatuh".

Demikianlah semestinya tata-cara berkirim salam kepada saudaranya melalui orang lain.

Makna Salam
1. Do'a
Makna salam adalah do'a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kata "Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh" mempunyai makna "Semoga seluruh keselamatan, rahmat dan berkah dianugerahkan Allah kepada kalian". Nilai do'a dalam kandungan salam ini menjadi salah satu dasar mengapa salam tidak dapat diberikan kepada orang-orang Non Muslim. Karena do'a seorang Muslim kepada Non Muslim akan tertolak, meskipun ditujukan kepada orang-orang yang dekat dalam kehidupannya. Demikian pula Rasulullah SAW tertolak do'anya ketika ditujukan kepada pamannya yang masih kafir, Abu Thalib. Dan Allah mengingatkan dengan firman-Nya:"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" (Al Qashash [28]: 56).

Do'a seorang Muslim kepada Non Muslim adalah do'a supaya mereka mendapat petunjuk masuk dalam pangkuan Islam. Demikianlah do'a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim:"Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti" (Sirah Nabawiyah, Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do'a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab ketika masih kafir:"Ya Allah, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin Khaththab".

Demikian pula sebaliknya. Seorang Non Muslim tidak mungkin mendo'akan seorang Muslim, karena tuhannya tidak sama. Bagaimana mungkin seorang tuan menggaji seseorang yang bukan pegawainya. Sehingga, bila seorang Non Muslim memberi salam kepada kita, cukup kita balas dengan ucapan:"Wa'alaikum (Semoga kamu juga)", tidak lebih dari itu.

Berkah do'a dari salam itulah yang menjadikan shahabat mengecilkan volume jawaban salam ketika Rasulullah SAW mengucapkan salam kepada penghuni rumahnya. Sampai salam ketiga, barulah mereka menjawab dengan suara keras. Ketika Rasulullah SAW bertanya mengapa hal itu dilakukan oleh mereka, maka dijawab:"Kami ingin mendapatkan do'a dari Rasulullah SAW".

2. Dasar Iman dan Ukhuwwah
Salam merupakan dasar terbentuknya kasih-sayang (ukhuwwah), sedangkan kasih-sayang merupakan salah satu indikasi kedalaman iman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salam merupakan dasar bagi tegaknya iman dan ukhuwwah.

Rasulullah SAW bersabda:"Demi Dia yang diriku berada di tangan-Nya! Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling berkasih-sayang. Maukah kalian saya tunjukkan suatu perkara yang apabila kalian kerjakan, maka akan tumbuh rasa kasih-sayang di antara kalian? Sebarkan salam di antara kalian!" (HR. Muslim).

3. Syi'ar Universal
Sangat keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa salam adalah budaya Arab, sehingga diusulkan supaya diganti dengan sapaan lokal atau nasional setempat. Sebelum kedatangan Islam, orang-orang Arab tidak mengenal salam seperti yang kita fahami sekarang. Bila mereka menyapa, mereka akan mengatakan:"Shabahan Nuur (Selamat pagi)" atau "Masaa'an Nuur (Selamat malam)" dan kemudian akan dijawab "Shabahal Khair" atau "Masaa'al Khair".

Setelah kedatangan Islam, sapaan ala Arab itu tidak hilang begitu saja. Sapaan itu tetap menjadi sapaan khas dalam Bahasa Arab. Sedangkan sapaan sesuai syari'at Islam adalah:"Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh" menjadi tradisi bagi Kaum Muslimin. Sehingga bagi orang Arab yang Non Muslim tidak memakai salam sebagai sapaan mereka.

Maka sangat keliru mereka yang beranggapan bahwa salam adalah sapaan budaya Arab. Meskipun salam memakai Bahasa Arab. Yang benar adalah salam merupakan sapaan khas Islam yang sesuai dengan syari'at dan berpahala apabila mengerjakannya. Sekaligus salam merupakan sapaan yang bersifat universal bagi seluruh Kaum Muslimin sedunia. Dia semacam kode etik pergaulan antara sesama Muslim. Siapapun dia, berada di manapun, dan kapanpun jua; maka salam adalah sapaan pemersatu Kaum Muslimin di seluruh dunia. Itulah syi'ar di antara syi'ar-syi'ar agama Allah yang harus kita agungkan.
"...Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati" (Al Hajj [22]: 32).

Demikianlah salam dalam kehidupan seorang Muslim. Tidak ada manfaatnya salam, apabila kita tidak mengamalkannya dalam praktek kehidupan sehari-hari. Dan dengan salam, semoga saja kita masuk surga dengan selamat.

Maraji'
1. Hasan Ayyub, Assulukul Ijtima'I
2. Imam An-Nawawi, Riyadhus shalihn
3. Sayyid Sabiq, Fiqhus sunnah

KREATIFITAS BERPIKIR




Dengan lapangan kerja semakin banyak tantangannya. Seseorang dituntut untuk dapat bertahan dalam perubahan yang kompleks, multi transisi, sehingga untuk dapat bekerja, maka seseorang dituntut bekerja secara profesional dan kreatif. Untuk dapat profesional, maka seseorang harus menyadari dengan penuh bahwa Islam mendorong ummat dan berlatih untuk bekerja dengan profesional dan kreatif.
Pokok-pokok Materi
1. Makna kreatif
2. Mengelola ide
3. Konsep kreativitas
4. Teknik memunculkan ide , dan inovasi
Pendahuluan
Para ilmuwan telah membuktikan bahwa respons fisiologis dapat diubah dengan sengaja. Kita dapat mengubah diri kita dengan cara memicu kondisi otak yang pada akhirnya dapat mengubah sikap dan pikiran menjadi positif. Nilai positif inilah yang akan mempengaruhi kondisi mental seseorang seperti ketakutan, keraguan, dan ketidakyakinan. Bentuk kondisi mental tersebut dapat diubah dan dapt diatasi. Berawal dari kemampuan kita mengatasi rasa takut, ragu, dan tidak yakin inilah kemungkinan untk memunculkan kreativitas jauh lebih berpeluang dari pada kita dikungkung oleh perasaan-persaan negatif tersebut.
Jadi langkah pertama untuk memulai agar kita menjadi kreatif adalah mengubah sikap mental kita yang destruktif seperti tidak percaya diri, ragu-ragu, takut menjadi nilai-nilai baru yang positif. Lecky (via Michalko, 2001:30) mengatakan bahwa ada dua prinsip kuat yang dapat mengubah kepercayaan dan mengatasi ketakutan, suatu keyakinan yang sangat diraakan oleh hampir semua orang. Kedua prinsip itu adalah:

1. Keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan tanggung jawab kita sehinga kita mampu menunjukkan kemandirian kita.
2. Keyakinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita sejajar dengan orang lain dalam bakat dan kemampuan, dan bahwa kita tidak semestinya meremehkan diri sendiri atau membiarkan diri kita merasa terhina.

Michalko memberikan sebuah latihan yang sederhana untuk mengatasi perasaan destruktif yang ada dalam diri kita.
1. Fokuskanlah pikiran anda pada gagasan yang menghalangi anda dari pemcapaian tujuan anda dan tuliskan di sebelah kiri.
2. Duduk tenang dan periksa hal-hal yang negatif tersebut.
3. Gantikan setiap gagaan negati dan subjektif dengan sebuah gagasan posotif dan objektif dan tuliskan di sebelah kanan.
Para psikolog menggunakan dua cara yang sangat sederhana tapi terbukti keampuhannya.
1. Penegasan diri
Adalah upaya diri untuk menegaskan bahwa segala sesuatu harus dipandang dengan cara pandang yang positif. Untuk itu perlu kiranya kita untk membiasakan mengingat keberhasilan yang telah dicapai, sifa-sifat positif kita, dan beruaha melupakan kegagalan-kegagalan. Jika kita berhasil mengingat keberhasilan kita dan berusaha melupakan kegagalan, maka keberhasilan akan dapat kita raih lebih dari yang kita duga.
2. Penegasan kreatif
Sebuah perusahaan terkenal meminta bantuan kepada para psikolog untuk meneliti perbedaan antara para staf yang kreatif dan tidak kreatif. Hasilnya ternyata sederhana bahwa kelompok kreatif percaya meraka memang kreatif sementara kelompok tidak kreatif mempercayai bahwa mereka memang tidak kreatif.
Untuk itu diadakanlah terapi bagaimana cara mengubah kelompok yang merasa tidak kreatif sehingga berubah menjadi kreatif. Para psikolog mengubah keyakinan mereka supaya mereka percaya bahwa mereka sangat kreatif dan buang perasaan tidak kreatif itu. Akhirnya terjadilah perubahan sikap yang sangat menakjubkan, sebuah kreativitas muncul dalam diri mereka bahkan melebihi dari kelompok yang tadinya merasa kreatif. Intinya kita harus menegaskan diri bahwa saya adalah kreatif.

Definisi Kreativitas:
Kreativitas adalah:
1. Perumusan-perumusan dari makna dari makna melalui sintesis (Dr. Myron S. Allen dalam Psychodynamic Synthesis)
2. Kreativitas dirumuskan sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial (John W. Haefele dalam Creativity and Innovation)
3. Kemampuan untuk menghubungkan dan mengaitkan, kadang dengan cara yang ganjil, namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif dari daya daya rohani manusia dalam bidang atau lapangan manapun (George J. Seidel, dalam The Crisis of Creativity)
Definisi beberapa istilah dlam kreativitas:
1. Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran, dan tepat guna
2. Inovasi adalah pendayagunaan hasil kreativitas tertentu yang orisinal sehingga menjadi cara, proses, produk, atau sumber ilai baru, ytang berbeda dari sebelumnya
3. Improvisasi adalah aksi atau reaksi pada saat tertentu dimana pengungkapan kreativitas menjadi menonjol – biasanya dalam jangka waktu singkat dan sering dikaitkan dengan proses melakukan sesuatu yang efisien pada timing yang tepat
4. Invention adalah penemuan baru dalam bidang teknologi dan keilmuan, biasanya hasil dari eksperimen dan penelitian yang lama sebelumnya
5. Discovery adalah penemuan yang cakupannya lebih umum termasuk yang didapatkan dengan cara kebetulan, atau pencarian secara fisik atau penampilan sesuatu yang tadinya tersembunyi
6. Insight adalah mirip dengan ilham, yaitu munculnya sudut pandang yang mengarah ke sesuatu yang baru, unik, berbeda, atau ke pengertian yang leboih luas terhadap permasalahan.

Teknik Mengelola dan Memunculkan Ide

10 langkah praktis untuk mengelola dan memunculkan ide menurut Michalko:
1. Tentukan kuota ide
Tugas kita adalah membuat target ide, berapa ide yang harus dimunculkan setiap harinya atau setiap minggunya. Dengan adanya target atau kuota ide maka kita akan termotivasi untuk meraihnya bahkan dapat melebihi target yang sudah dicanangkan. Semangat inilah yang mahal dan harus tetap dijaga. Langkah kedua sangat tergantung dengan jumlah ide yang telah dihasilkan pada poin pertama
2. Mendapatkan nada
Mendapatkan nada berarti memperhatikan apa yang sedang terjasi di sekitar kita, dengan kata lain adalah kepekaan seseorang terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dipikirkan. Semua yang ada disekitar kita mempunyai makna yang harus segera kita tangkap, mereka sedang menyapa kita, mengajak bicara, namun kita sering begitu saj melewatkannya
3. Ilham Kecil
Langkah ini adalah upaya kita untuk memperhatikan sebuah objek dengan sedetail mungkin untuk menangkap semua informasi yang dapat ditarik dari objek tersebut. Semisal kita melihat sebuah foto, kita perhatikan foto itu semaksimal mungkin dalam waktu tertwentu dan kemudian mencoba untuk mengungkapkan kembali informasi apa saja yang didapat dari melihat foto tersebut.
4. Tuan-tuan kebiasaan
Adalah perilaku rutin yang sudah menjadi kebiasaan. Orang akan merasa nyaman dengan melakukan hal yang sudah biasa dan jika ada perubahan dari kebiasaan itu biasanya orang tidak siap menerimanya. Untuk itu ada baiknya orang mencoba keluar dari zona kenyamanannya dan mencoba untuk melakukan hal yang berbeda dari apa yang biaa dilakukan, semisal:
a. Ubahlah waktu tidur
b. Ubahlah waktu kerja
c. Baca koran yang berbeda
d. Cobalah resepyang baru
e. Bacalah buku yang berbeda
f. Dll
5. Memberi makan otak
Berikut beberapa ide untuk memompa pikiran kita saat membaca:
Pilihlah dengan hai-hati. Pilihlah dari berbagai ragam buku yang dapat merangsang untuk melatih otak kreatif kita dan kemudian bacalah dengan lengkap
Buat catatan. Buatlah catatan, komentar dalam setiap kalimat atau kata yang menarik. Pastikan bahwa kita akan menemukan hal yang baru ketika kita membaca ulang buku tersebut.
Garis besar. Bacalah separo pertama, berhentilah dan tuliskan garis besar separo terakhir.
Bacalah biografi. Biografi adalah gudang ide
Bacalah buku petunjuk praktis apa saja.
Bacalah berbagai macam majalah
Bacalah buku nonfiksi
Berpikirlah
6. Bank Otak
Kumpulkan dan simpan ide-ide kita dalam sebuah wadah atau kaleng, atau kita sebut keranjang ide. Masukkanlah seluruh ide dalam keranjang tersebut baik berupa tulisan, pendapat, komentar, kliping dll. Sewaktu-waktu kita akan merasa memerlukan kita tinggal mengambilnya dengan membandingkan dengan apa yang ada dalam keranjang tersebut.
7. Pecandu jalan-jalan
Luangkan waktu untuk melakukan sebuah perjalanan semisal ke toko buku, pameran, kebun binatang, ,usium, perpustakaan dll.
8. Menangkap burung ide
Ide kadang datang begitu cepat, muncul dengan tiba-tiba, untuk itu kita harus mencatat ide yang muncul, karena kita akan sulit untuk menjelahai kembali ide apa yang pernah keluar dari otak kita. Pada dasarnya secara prinsip kita menulis semua yang melintas dalam pikiran kita.
9. Berpikir benar
Berusahalah dengan penuh keasadaran untuk membuat pikiran kita lebih mahir (berapa jumlah ide yang dihasilkan) dan luwes(mengacu pada kreativitas). Membuat daftar adalah cara uyang ampuh untuk meningkatkan kemahiran berpikir, karena kegiatan ini memaksa pikiran kita memusatkan energi dengan cara yang sangat produktif. Semisal buatlah daftar penggunaan kertas.
10. Catatan ide
Buatlah catatan setiap kita menemukan ide, semisal ketika makan permen karet tiba-tiba muncul ide untuk membuat permen karet yang lebih berkualitas. Suatu saat ide itu akan kita ulang kembali secara berkala

4 Teknik Mengelola dan Memunculkan ide menurut Y. Candra

1. Memperluas khasanah pengetahuan
Ada dua ungkapan yang dapat kita renungkan sebagai dasar pembentukan dan peningkatan kreativitas. Pertama “Belajar apapun tak ada ruginya”, kedua” Rajin mencatat dan membuat dokumentasinya”. Ungkapan di atas nampaknya hanya sederhana tapi dalam prakteknya ia akan sangat bermanfaat.
Kadang ide itu timbul karena ada titik singgung yang kita ingat dari sekian banyak informasi yang telah kita dapatkan, baik dari membaca buku atau dari pengalaman. Pendek kata semakin banyak informasi yang kita dapatkan karena hasil dari proses belajar, maka peluang ide kreatif akan jauh lebih sering muncul.
Berikut beberapa cara untuk mendapatkan sejumlah informasi:
a. Kliping
Kliping adalah aktivitas mengupulkan sejumlah bahan baik berupa artikel, foto, data, daln lainnya yang menarik. Akan lebih terkesan bermakna ketika kit juga ikut memberikan ulasan atau pendapat dari apa yang telah kita kumpulkan. Biasanya berbagai informasi yang telah terkliping tersebut akan diolah oleh otak kita, sehingga bisa jadi informasi yang tadinya nampak berdiri sendiri akan menjelma menjadi sebiauh ide besar, tindakan besar dan karya besar. Itulh kreativitas
b. Catatan dalam Buku
Catatan dalam buku sangatlah penting terutama untuk menuliskan apakah itu ide, pendapat, tanggapan, atau hanya menggarisbawahi dari buku yang sedang dibaca. Kebanyakan dari kita sangat hati-hati dalam memelihara kebersihan buku, sehingga buku akan selalu tampak bersih bebasa dari catatan, garis, tanggpan. Catatan akan lebih terasa manfaatnya ketika kita membaca ulang atau ketika kita membutuhkan informasi yang cepat. Hasil cataan tersebut dapat di jadikan sebagai bahan diskusi dengan orang lain.
c. Jurnal atau Buku Harian
Buku harian atau catatan harian dapat berfungsi sebagai keranjang ide. Banyak ide besar muncul dari alam pikiran kita, tetapi ide tersebut hilang begitu saja karena tidak tertdokumentasikan dalam bentuk tulisan. Banyak para tokoh, ilmuwan, pengarang menyediakan buku khusus untuk menuliskan ide-ide yang kadang sering muncul kapan saja, mungkin di perjalanan, sebeblum tidur, bahakan ketika melamun sekalipun.
d. Foto dan Video
Dokumentasi ini juga tidak kalah pentingnya, karena dari sinilah manusia akan secara tidak langsung melihat masa lalu untuk kemudian berpikir apa yang harus dilakaukan untuk masa depannya. Paling tidak ide kreatif yang muncul dalam pikiran kita adalah semangat untuk bekerja atau berbuat lebih baik dari masa lalu. Dan semangat untuk berbeda adalah bagian dari sebuah kreativitas.
2. Menuliskan Gagasan
Kebiasaan menuliskan sebuah gagasan masih dianggap kurang populer. Masih ada kesan yang melekat dalam diri kita, bahwa orang yang menulis seolah-olah dianggap kurang cerdas. Sehingga orang akan merasa mlu kalau senadainya ketahuan terlalu banyak menulis. Mental inilah yang tanpa disadari menghambat kreaivitas. Ingat pesan Imam Syahid Hasan Al-Banna” Mimpi hari ini aalah kenyataan masa depan, sedangkan kenyataan masa kini merupakan mimpi masa lalu.
Oleh karena itu semua bentuk ide, pikiran, usulan, pendapat, dan bahkan mimpi sekalipun seyogyanya didokumentasikan dalam bentuk tulisan mengingat pikiran mansuia amat sangat terbatas. Maka sudah saatnya bagi kita untuk selalu membawa buku catatan dan pena untuk menuliskan semua apa yang kita pikirkan, walaupun masih dalam bentuk sketsa, coretan-corean, bahkan mungkin masih terkesan liar, tapaitanpa disadari apa yang kita lakukan merupakan awal dari langkah kreativitas.

3. Berhumor
Humor akan memberikan penyegaran tersendiri dalam tubuh. Ia akan mampu memperlancar aliran darah, akan mengubah wajah sedih jadi tampak gembira, mengubah kelesuan menjadi kegembiraan, dan menimbulkan antusiasme. Bahkan para pakar psikologi mengaakan salah satu bentuk kecerdasan adalah sejauhmana kemampuan seseorang membuat humor. Seorang ahli bernama Arthut Koestler mengatakan bahawa ada hubungan ynag signifikan antara hunor dengan kreativitas, lebih jauh dia mengatakan bahwa dalam hunor terjadilah pertemuan antara satu fakta dengan fakata lain yang tak terpikirkan sejak semula. Di sinilah awal terjadi dasar-dasar kreativitas.
4. Lima langkah AHA untuk Mengelola dan Memunculkan Ide
P ersiapan
Adalah upaya untuk melakukan usaha apa saja dalam rangka memunculkan kreativitas, persipan dpat juga berarti memupuk keahlian dalam bidang khusus di sekitar masalah, atau pengumpulan data dan fakta seakurat mungkin melalui referensi.
K onsentrasi kreatif
Adalah upaya untk melibatkan keselurruhan kemampuan yang ada dalam diri kita, kita fokuskan mata, hati, batin, dan pikiran dalam sebuah masalah. Dengan bentuk keterlibatan penuh itulah biasanya akan membuat cerdasa otak karena kemungkinan meori yang ada di dalamnya akan memerikan umpan balik.
B ermain dengan gagasan
Istilah lain untk bermain gagaan adalah stimulasi pengilhaman. Artinya seseorang pemikir kreatif bekerja ntuk mencari ide baru, mulai membayangkan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinanyang menyimpang dari kelaziman. C ontoh gunakan kata kunci semisal mengecilkan, membearkan, memadukan, membalikkan, menyesuaikan, mengurangi, memperkecil, dll.
M enyilangkan dua konsep
Banyak gagasan lahir dikarenakan adanya penggabungan dua konsep apakah disengaja atau tidak. Untuk itu kita perlu berlatih membiasakan menggabungkan dua ide atau konsep menjadi satu ide yang lebih kreatif.

Ciri-ciri mental orang kreatif
1. Mental orang kreatif
a. HASRAT- untuk mengubah hal-hal di sekililingnya menajdi lebih baik
b. KEPEKAAN- bersikap terbuka dan tanggap terhadap segala sesuatu
c. MINAT- untuk menggali lebuh dalam dari yang tampak di permukaan
d. RASA INGIN TAHU- semangat ya \ng tidak pernah berhenti untuk selalu bertanya
e. MENDALAM DALAM BERPIKIR- sikap yang mengarahkan untuk pemahaman yang mendalam pula
f. KONSENTRASI- mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya
g. KESABARAN- untuk memecahkan permasalahan dalam detailnya
h. OPTIMISME- memadukan antusiasme dan rasa percaya diri
i. MAMPU BEKERJA SAMA- sanggup berikhtiar secara produktif bersama orang lain
2. Berpikir Lnacar, mengajukan pertanyaan jawaban dan gagasan
3. Berpilir luwes, menghasilkan gasasan, dpat meliahat sesuatu dari sudut yang berbseda
4. Berpikir orisinal, mampu melahirakn ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang
5. Mengevaluasi, menentukan ptokan penilaian tersendiri, terbuka, kritis
6. Imajinatif, membayangkan berbagai hal yang belum terjadi
7. Tertarik dengan hal-hal yang rumit
8. Berani mengambil resiko, berani mengemukakan gagasan, tidak takut gagal dsb
9. Bersifat menghargai, menghargai kritik, bimbingan orang lain,
10. Mengelaborasi, memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk menambah atau merinci hal-hal yang rumit menjadi sederhana.
11. Mendeteksi, mempelajari serta merasakan berbgai kejanggalan yang terjadi
12. Melakukan verifikasi atau pengelompokan, memilah-milah kejanggalan sejenisnya
13. Melakukan analisis, menguraikan sebab serta segala sesuatua yang berkenaan dengan kejanggalan yang ditemukan
14. Melakukan sintesis, menghubungkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi sebagai langkah lanjut dari analisis
15. Pemecahan masalah, dengan mengububgkan antara hasil analisis dan sintesis ditemukan pemecahan masalah.
Nomor 11 sampi 15 merupakan sifat kreatif yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah.


DAFTAR PUSTAKA
Candra, YuliusKreativita. Kanisus 2000
Michalko, Michael. Permaainan Berpikir, Handbook Para Pebisni Kreatif. Kaifa 2001
Republika

07 Desember 2011

MENYAMBUT INDAHNYA PAGI

Serpihan kabut tipis mulai memudar.....
Lalu meninggi di kaki langit......
Begitu indah pagi ini.........
Lalu aku mengingat mu.......

Semoga hari ini indah buatmu...
Karna matahari telah menghangatkan mu....
Angin telah menyejukkan mu...
Lalu, kenapa tak kau balas semua dengan senyuman mu yang hangat....
Atau tatapan mu yang teduh...

Bukankah semua telah mengajarkan kepadamu...
Betapa indah nya hari ini....
Selamat bekerja....
Semoga engkau selalu dilimpahi kebaikan hari ini....

Penyebab Umum Menunda Pernikahan Beberapa penyebab klasik yang menyebabkan tertundanya pernikahan:

Untuk Nanda..

1. Belum Bekerja
Ini masalah utama yang sering menghinggapi seorang pemuda sehingga sekalipun telah merasa cocok dengan seorang wanita, dan jika ditunda akan menimbulkan fitnah, akan tetapi ternyata sang pemuda belum memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya kelak, maka niat baik tersebut terpaksa harus tertunda.

2. Belum Lulus
Untuk alasan ini, berbeda dengan yang pertama. Masalah ini menghinggapi pemuda dan pemudi. Terkadang seorang pemuda sudah memiliki pekerjaan, dan sambil bekerja ia sekolah, akan tetapi studinya belum selesai maka pernikahan terpaksa tertunda, sampai selesainya diwisuda dan mendapatkan gelar, agar tampak "terhormat" di undangan kalau kedua pasangan memiliki gelar di depan dan belakang namanya. Begitu pula pemudi, sekali pun ia telah sarjana, namun karena yang datang melamarnya adalah pemuda yang belum selesai kuliahnya, maka niat untuk menikah dicegah oleh keluarganya, ditunda sampai selesainya pendidikan calon pasangannya.

3. Belum Cocok
Mungkin sudah lulus, sudah bekerja, bahkan telah memiliki rumah sendiri, dan sudah berusaha mencari calon pasangannya. Akan tetapi karena merasa belum ada yang cocok, sekali pun letupan syahwat semakin menggelora, tetapi karena merasa tidak cocok baik dari segi harta, pendidikan, dan latar keturunan, atau pun lainnya sehingga niat baik untuk menikah pun menjadi tertunda.

4. Belum Mantap
Alasan belum mantap, biasanya didasarkan karena persiapan dirinya kurang, baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Termasuk di dalamnya merasa belum mantap betul dengan calon pasangannya karena belum dikenal dengan baik "luar" dan "dalam."

5. Belum Terlambat
Ada pemuda, begitu pun pemudi membuat standar usia dalam menuju gerbang pernikahan. Biasanya menjadikan standar usia tertentu, atau suatu target tertentu, misalnya usia dewasa bagi laki-laki adalah 27 tahun, sehingga ketika belum mencapai usia yang dimaksud atau target yang dituju (S-2), atau belum tercapai cita-citanya, maka sebelum itu semua terpenuhi, dianggap belum terlambat untuk menikah.

· Batas Usia Nikah
Yang berlaku umum bahwa pada dasarnya pernikahan hanya dapat dilakukan di kalangan orang yang telah mencapai taraf kedewasaan. Kedewasaan di sini diukur menurut batas umur, yakni 21 tahun ke atas. Dalam Undang-Undang Pernikahan tahun 1974 pasal 6 ayat 2 ditetapkan bahwa untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua. Selanjutnya dalam pasal 7 ayat 1 dinyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapi umur 19 tahun dan pihak wanita mencapai umur 16 tahun.
Dari kedua pasal dan ayat Undang-Undang Pernikahan di atas dapat ditarik pengertian bahwa pernikahan dini adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria dalam batas umur 19 sampai 20 tahun dan seorang wanita dalam batas umur 16 sampai 20 tahun. Diperkirakan terdapat perkawinan di bawah umur ini, tetapi tetap dilaporkan berada dalam batas umur yang dapat diizinkan.
Sebenarnya menentukan usia seseorang, kapan dikatakan dapat atau belum boleh menikah adalah sesuatu hal yang masih perlu pembahasan lebih dalam, karena sebenarnya usia untuk menikah ditentukan oleh tingkat kedewasaan, yakni tatkala diharapkan ia sudah dapat membedakan kebaikan dengan keburukan (mumayyiz), sebab dalam pelamaran seorang wanita dapat menentukan pilihan apakah lelaki yang datang cocok dan pantas bagi dirinya atau tidak, begitu juga sang lelaki tentunya dia telah memiliki wawasan tentang sang gadis yang akan dipinangnya apakah ia layak menjadi pendamping hidupnya.
Perlu diketahui kedewasaan seseorang tidak hanya dapat dilihat dari umur semata-mata, sebab ada beberapa faktor yang membuat orang bisa lebih dewasa dari usianya, tentunya itu sangat dipengaruhi oleh pembawaan, iklim, alam, tempat tinggal, teman bergaul, pendidikan formal, dan pendidikan non formal (dari orang tua dan lingkungannya), serta rasa tanggung jawab yang ia miliki.

Penutup
Banyak orang takut nikah pada usia dini, karena beragam alasan, padahal dengan menikah bermacam permasalahan dapat dituntaskan, seperti yang dikemukakan oleh Muhammad Faudzil Adhim, Ia mengatakan antara lain: pertama, pernikahan dini pada hakekatnya membuat hidup lebih bahagia, pikiran lebih jernih, dan hati lebih bersih, sebab ada kebutuhan biologis yang hanya bisa dipenuhi dengan jalan menikah. Seorang yang telah menikah maka separuh dari aspek psikisnya telah sempurna, sehingga setiap orang yang menikah memiliki kemungkinan meraih prestasi lebih besar dan pekerjaan yang lebih baik.
Kedua, menikah membuat kita lebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Berdasarkan penelitian, nilai positif nikah berpengaruh pada dua aspek yakni perasaan kita tentang diri kita (sense of self) serta kesejahteraan jiwa (wellness).
Memang harus diakui bahwa usia pernikahan yang relatif muda juga sangat rentan terhadap perceraian, namun penyebabnya bukan semata karena usia yang relatif muda, tetapi ada beberapa hal, di antaranya pertama, adalah pernikahan yang berlangsung karena kecelakaan atau yang dikenal dengan MBA (married by accident), karena "start" dari keterpaksaan maka tentu jauh berbeda jika berangkat dari suatu kesadaran. Kedua, mungkin juga disebabkan karena tergesa-gesa dilakukan maka tanpa pertimbangan yang baik dan mengetahui latar belakang keluarga mereka masing-masing yang sangat jauh berbeda, sehingga masing-masing pihak sulit untuk menyesuaikan diri. Atau karena hal yang ketiga, masih tinggal bersama mertua, yang terkadang orang tua sering intervensi terhadap urusan rumah tangga anaknya, dan sang anak sangat sulit untuk menghindarinya, sehingga timbullah berbagai problem dalam rumah tangga, yang diakhiri "broken home."
Sekalipun dibalik hikmah dan akibat dari pernikahan dini. Yang jelasnya sejumlah pihak berkeyakinan menikah akan membuat hidup seseorang terasa lebih berarti. Banyak orang yang semula merasa hidupnya tidak memiliki arah yang pasti, menemukan maknanya setelah menikah. Menikah, menyebabkan hidup ini tidak terasa hampa.
Meskipun nikah dini tidak dilarang, namun persiapan sebelum menikah di usia dini mutlak dilakukan. Menyegerakan menikah merupakan hal yang baik, tetapi terburu-buru dalam menikah akan mendatangkan keburukan. Bukan tidak mungkin, sebab itu sebahagian masyarakat mengambil kesimpulan yang keliru tentang menikah di usia dini.
Wallahu ta'ala a'lam bisshowab. (semoga ada manfaatnya) hehhee

WANITA TIANG AGAMA DAN NEGARA

“ Wanita adalah Tiang Negara, jika ingin menegakkan Negara maka lindungilah wanita, jika ingin menghancurkan Negara maka hinakanlah dia”

Tidak dapat dipungkiri, kedudukan wanita begitu urgen pada setiap sendi-sendi kehidupan. Kelembutannya tidak menjadikan kedudukan wanita diabaikan bahkan melalui potensi itu wanita bisa menduduki garda terdepan dalam perjuangan.

Dalam Islam, wanita begitu mulia kedudukanya. Bahkan salah satu nama surat dalam Al Qur’an adalah An-Nisa’ yang berarti wanita. Bukan hanya itu, rasulullah ketika ditanya siapa yang paling berhak untuk di hormati diantara kedua orang tuanya, maka rasul menjawab ibumu hingga tiga kali kemudian ayahmu.

Satu-satunya Dien yang sempurna hanyalah Islam. Di dalamnya telah diatur seluruh kebutuhan manusia. Semuanya telah sempurna. Pun demikian halnya dengan eksistensi wanita muslimah. Sepanjang sejarah, Islam telah mencatat dengan indahnya kontribusi muslimah dalam perjuangan. Pada saat awal-awal Islam disebarkan hingga ketika Ad-dien ini menjadi “penguasa” dunia.

Masa-masa sebelum hijrah adalah saat yang begitu berat. Jazirah arab merupakan tempat yang penuh dengan kemaksiatan. Kesyirikan, pembunuhan dan perzinahan menjadi adat istiadat bangsa arab. Hingga kemudian Allah mengutus Muhammad shalallahu alaihi wasalam guna meluruskan dan memperbaiki agama Islam yang di bawa oleh Ibrahim alaihi salam.

Keberadaan Islam yang murni yang di sebarkan Muhammad, telah menjadikan kaum Quraisy terhinakan. Berbagai perlawanan untuk meredam cahaya Islam mereka lakukan, hingga rasulullah harus mengahadapi penolakan dan gangguan mereka. Pada saat itulah rasul di dampingi oleh seorang wanita yang mulia. Khadijah binti khuwailid.

Khadijah adalah seorang yang pertama kali bersaksi atas kerasulan Muhammad shalallahu alaihi wasalam, yang tidak lain suaminya sendiri. Dengan kekayaan yang di miliki, khadijah menjadi pembantu pada setiap perjuangan rasul. Dan dari rahimnyalah, Muhammad mendapat keturunan.

Khadijah seorang istri yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi nabi shalallahu alaihi wasalam suami yang di cintainya untuk menolong, menguatkan dan membantu sehingga dengannya Allah meringankan beban nabi. Tidaklah rasulullah mendapatkan sesuatu yang tak di sukai, baik penolakan maupun pendustaan yang membuat beliau sedih kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya bila beliau kembali kerumahnya.

Khadijah telah berhasil menjadi teladan yang baik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad. Beliau adalah istri yang bijaksana, meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya dan mencurahkan segala kemampuan untuk mendatangkan keridhaan Allah serta rasulNya. Karenanya beliau berhak mendapat salam dari RabbNya dan mendapat kabar gembira dengan rumah di syurga yang terbuat dari emas, tak ada kesusahan di dalamnya serta tidak ada keributan di dalamnya.

Penolakan dan pendustaan kaum Quraisy semakin hari semakin kuat. Banyak diantara sahabat-sahabat rasul yang mendapatkan siksaan dengan begitu beratnya.Hingga Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri selalu mendapatkan ancaman pembunuhan.

Pada saat itulah, Allah Subhanahu Wata'ala. memerintahkan rasul untukb berhijrah, meninggalkan kampung halaman untuk menyelamatkan dan menyebarkan Islam diluar Mekkah.
Salah satu muslimah yang membantu beliau dalam melaksanakan hijrah adalah Asma’ Binti Abu Bakar.

Asma’ radhiyallahu ‘anha masuk Islam setelah ada tujuh orang yang masuk Islam , beliau membai’at nabi dan beriman kepadanya dengan iman yang kuat. Beliau merupakan ibu dari sahabat pejuang yang bernama Abdullah Bin Zubaer. Beliau saudari dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dan merupakan wanita muhajirah yang paling akhir wafat.

Kepribadian Asma yang begitu berani menyebabkan beliau tidak takut celaan dari orang-orang yang suka mencela di jalan Allah. Beliau juga menyertai perang Yarmuk dan beliau berperang sebagaimana layaknya para pejuang.

Pada saat hijrah, Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam dan sahabatnya Abu Bakar Ashiddiq bersembunyi di Gua Tsur. Ketika itulah Asma dengan keberanian serta keimanan membawa makanan dan minuman kepada Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam. Asma’ sangat menyadari betapa berat dan berbahaya tugas yang beliau lakukan, karena saat itulah rasul tengah menjadi buronan dari kaum Quraisy, akan tetapi keteguhannya akan kebenaran menyebabkan ia tercatat menjadi salah satu pembangun kejayaan Islam.

Itulah sekelumit perjuangan wanita Islam dalam menegakkan ad dien Islam ini. Sosok-sosok itulah yanag kemudian menorehkan sejarah indah akan agungnya peradaban Islam. Dari tangan-tangan mereka Allah Subhanahu Wata'ala. memuliakan khilafah Islam, karena muslimah begitu mulia dalam agama ini. Allahu a’lam bishawab

MAHABBAH (RASA CINTA) DAN TINGKATANNYA

Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwwah adalah mahabbah (kecintaan). Adapun tingkatan mahabbah yang paling rendah adalah bersihnya hati (salamush shadr) dari perasaan hasud, membenci, dengki dan sebab-sebab permusuhan dan pertengkaran.

Al Qur'an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan (oleh Allah) terhadap orang-orang yang kufur terhadap risalah-Nya dan menyimpang dari ayat-ayat-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT:

"Dan di antara orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani, telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan." (Al Maidah: 14)

Al Qur'an telah berbicara tentang khamr dan judi yang keduanya termasuk dosa besar yang mencelakakan dalam pandangan Islam. Sebagai alasan pertama diharamkannya adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian dalam masyarakat, betapa pun keduanya berbahaya dari sisi yang lainnya yang juga tidak bisa disembunyikan, Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjan itu). (Al Maidah: 91)

Di dalam hadits penyakit-penyakit itu disebut sebagai "Penyakit Ummat (Da'ul Umam). Di kesempatan lain Rasulullah juga menamakannya sebagai "Perusak" (Al Haliqah). Yaitu yang merusak agama, bukan merusak (memotong) rambut, disebabkan bahayanya bagi kesatuan jamaah dan keterkaitannya dengan sisi materi dan moral. Rasulullah SAW bersabda:

"Maukah kamu saya tunjukkan amal yang lebih utama derajatnya daripada derajat shalat, puasa dan sedekah? Yaitu memperbaiki hubungan antar dua orang (yang berselisih), sesungguhnya rusaknya hubungan itulah yang merusak (memutuskan)." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

"Telah merata kepadamu penyakit ummat terdahulu, "Itulah hasud dan kebencian, sementara kebencian itulah yang merusak, saya tidak mengatakan 'merusak (memotong) rambut' tetapi merusak agama." (HR. Al Bazzar)

"Pintu-pintu surga itu dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka diampuni pada tiap hamba yang tidak syirik kepada Allah, kecuali seseorang yang antara dia dengan saudaranya terjadi permusuhan, maka dikatakan, "Lihatlah kedua orang itu!," hingga mereka berdamai, (disampaikan tiga kali)" (HR. Muslim).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya selama tiga hari, yang apabila saling bertemu maka ia berpaling, dan yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai dengan ucapan salam." (HR. Bukhari Muslim)

"Ada tiga orang yang shalatnya tidak diangkat di atas kepala sejengkal pun, "Seseorang yang mengimami suatu kaum, sedangkan kaum itu membencinya, dan wanita yang diam semalam suntuk sedang suaminya marah ke.padanya, dan dua saudara yang memutus hubungan di antara keduanya." (HR. Ibnu Majah)

Sesungguhnya suasana benci dan permusuhan adalah suasana yang busuk yang tidak menyenangkan, saat itulah syetan bisa menjual dagangannya dengan laris, seperti berburuk sangka, mencari-cari kesalahan orang lain, ghibah (membicarakan aib orang lain), mengadu domba, berkata bohong dan mencari serta melaknat, sampai pada tingkatan saling membunuh di antara saudara. Ini adalah suatu bahaya yang diperingatkan oleh Rasulullah SAW dan dianggap sebagai sisa kejahiliyahan, Nabi SAW bersabda:

"Janganlah kamu kembali menjadi kafir setelahku, (yaitu) dengan memukul sebagian di antara kamu terhadap leher yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW juga bersabda:

"Mencaci maki seorang Muslim itu suatu kefasikan, dan membunuhnya adalah suatu kekufuran." (HR. Bukhari-Muslim)

Oleh karena itu memperbaiki hubungan saudara adalah termasuk amal ibadah yang paling mulia. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara dua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat" (Al Hujuraat: 10)

"Bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (Al Anfal: 1)

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dan orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma 'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar." (An-Nisa': 114)

Bahkan syari'at telah memberikan bagian tersendiri dari hasil zakat untuk orang-orang yang memiliki hutang dalam memperbaiki hubungan di antara mereka. Untuk membantu mereka agar dapat melakukan kemuliaan ini yang semula dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa besar dan memiliki cita-cita yang luhur (tinggi). Maka mereka itulah yang menanggung denda dan hutang para kabilah yang sedang bertengkar. meskipun mereka sendiri tidak memiliki harta secara leluasa.

Karena pentingnya memperbaiki hubungan antara dua fihak, maka Rasulullah SAW memberikan rukhsah (keringanan) terhadap orang yang melakukan perbaikan hubungan untuk tidak selalu dalam kejujuran yang sempurna dalam menentukan sikap pada masing-masing dari dua kelompok (pihak). Sehingga ia bisa (dibolehkan) memindahkan sebagian kata-kata sebagaimana dikatakan, yang telah menyalakan api permusuhan dan tidak memadamkannya, maka tidaklah mengapa dengan sedikit memperindah atau sedikit berdiplomasi (tauriyah). Rasulullah SAW bersabda:

"Bukanlah pembohong orang yang memperbaiki (mendamaikan) antara dua orang, lalu ia berkata dengan baik atau menambahi lebih baik. (HR. Ahmad)

Yang lebih tinggi dari tingkatan salaamatush shadr (bersihnya hati) dari rasa dengki dan permusuhan adalah tingkatan yang diungkapkan dalam hadits shahih sebagai berikut:

"Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri." (HR. Muttafaqun 'Alaih)

Berarti dengan demikian maka ia juga membenci segala sesuatu yang menimpa atas saudaranya sebagaimana ia membenci sesuatu itu menimpa dirinya. Maka jika ia senang jika dirinya memperoleh kemakmuran hidup maka ia juga menginginkan demikian itu terhadap orang lain. Dan jika ia menginginkan mendapat kemudahan dalam kehidupan berkeluarga(nya), maka ia juga menginginkan hal itu diperoleh orang lain. Dan jika ia ingin anak-anaknya menjadi cerdas, maka ia juga menginginkan hal yang sama untuk orang lain. Dan jika !a menginginkan untuk tidak disakiti baik ketika berada di rumah atau ketika sedang bepergian, maka begitu pula ia menginginkan kepada seluruh manusia. Dengan demikian ia menempatkan saudaranya seperti dirinya dalam segala sesuatu yang ia cintai dan ia benci.


*sumber Al-Qardhawy*