02 Januari 2012

Perilaku Hormat Terhadap Orang tua



1. Pengertian Hormat terhadap orang tua
Dalam Kamus bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008:556) hormat terbagi menjadi empat definisi, yaitu : Menghargai (takzim, khidmat) misal: sepatut nyalah kita menaruh - kepada orang tua kita; Perbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (seperti menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi - kepada tamu yang datang; Menaruh (memberi) penghargaan: setiap murid wajib -kepada guru-guru; Takzim; sopan.

Menurut pengertian di atas hormat adalah cara si anak menghargai, ta’zim dan khidmat kepada orang tuanya. Dalam hal ini perilaku hormat yang ditunjukan oleh seorang anak kepada orang tuanya adalah dengan berbakti. Berbakti merupakan kewajiban kepada orang tua. Seperti telah disebutkan di dalam Aal-Qur’an, As-Sunnah, Ijma; dimana masing-masing telah memberikan garis-garis ketentuannya.

2. Kewajiban Berbakti Kepada orang tua
Dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa ayat 36, Allah SWT berfirman : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.”

Kewajiban berbakti kepada orang tua adalah wajib sebagaimana terdapat dalam ayat Al-Qur’an di atas. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Bahwa ada seorang laki-laki yang mengajukan pertanyaan kepada Nabi SAW:
“Wahai Rasulullah, apakah sesuatu yang akan engkau perintahkan kepadaku untuk dilakukan?” Beliau bersabda “Berbaktilah kepada ibumu” Nabi SAW mengulangnya sampai tiga kali kemudian beliau bersabda :” Berbaktilah kepada Bapakmu”.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda : “Bertakwalah kepada Allah, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, berhajilah ke baitulah dan berumrah, berbaktilah kepada kedua orang tua, muliakanlah tamu, tegakkanlah amal ma`ruf dan cegahlah kemunkaran. Dalam riwayat lain Nabi SAW bersabda : “janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun dan berbaktilah kepada orang tuamu, janganlah kamu bersuara keras dihadapannya”.

Sepengetahuan penulis dalam Ijma para ulama telah disebutkan oleh Ibnu Hazm bahwasanya imam Mujahid bersepakat bahwa berbakti kepada orang tua itu hukumnya wajib, dengan demikian setiap anak sudah seharusnya melaksanakan kewajiban berbakti kepada orang tua tanpa terkecuali.

3. Keutamaan Berprilaku Hormat Kepada Orang Tua
Ada beberapa keutaman yang akan dianugerahkan Allah SWT bagi yang berprilaku hormat (berbakti) kepada orang tuanya, diantaranya : Amal yang paling utama dan sangat di cintai oleh Allah adalah berbakti kepada orang tua, sholat tepat pada waktunya dan berjihad di jalan agama Allah SWT.

Hal tersebut di atas sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, bahwa pada suatu ketika salah seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Mas’ud mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW :
”Wahai Rasulullah, amal perbuatan apakah yang paling utama di cintai Allah ? “Beliau menjawab:”Shalat tepat pada waktunya. Abdillah bertanya lagi”. Kemudian apa lagi, ya Rasulullah ?” Berbakti kepada orang tua”. Abdillah bertanya lagi; “Selanjutnya apa, wahai Rasulullah? ”Beliau menjawab:”Berjihad di jalan Allah”.

Sekurang-sekurangnya ada lima keutamaan berbakti kepada orang tua, diantaranya :
(1) Berbakti dan berlaku hormat kepada orang tua dapat melebur dosa-dosa besar, hal ini sesuai dengan kisah Ibnu Abbas yang diceritakan kepada Atha’ bin Yasar.
(2) Berbakti dan hormat kepada orang tua dapat memberikan keberkahan hidup. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Anas bin Malik RA : ”Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, maka ia akan memperoleh kebahagian, panjang umur dan senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT”.
(3) Berbakti dan hormat kepada orang tua menyebabkan mendapat telaganya Nabi Muhammad SAW di syurga. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Imam Hakim dari Abu Hurairah. “.....berbaktilah kepada orang tuamu, tentu kelak anak-anakmu akan berbakti kepadamu.........apabila kamu melaksanakan hal itu, niscaya ia akan mendatangi telagaku (Nabi) di syurga”.
(4) Berbakti dan hormat kepada orang tua menyebabkan seseorang mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di syurga. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dari Aisyah RA.
(5) Berbakti dan hormat kepada orang tua akan menyebabkan masuk syurga.

Dengan demikian, maka keberkahan hidup, kebahagaian lahir batin bagi seseorang sangatlah tergantung bagaimana ia berprilaku terhadap orang tuanya. Semakin tinggi rasa hormat, bakti dan taat maka keberkahan hidup semakin luas menyertainya.

4. Melayani Orang tua
Allah SWT telah memerintahkan agar mentaati dan melayani orang tua. Apa yang mereka perintahkan harus didahulukan selama perintahnya itu tidak bertentangan dengan yang dilarang Allah, maka segeralah laksanakan, dari pada melakukan perkara-perkara yang sifatnya sunnat.
Kewajiban melayani orang tua, apalagi apabila mereka telah tua renta memerlukan perhatian dan pelayanan kita sebagai anaknya. Sebagaimana orang tua pun telah mengurus kita, membimbing dan mendidik kita, hingga kita dewasa. Sebagaimana dalam al-Qur’an surat Luqman ayat 14

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (Depag RI, 2004:329)

5. Berdoa Untuk Orang Tua
Mendo’akan orang tua adalah kewajiban setiap anak. Berdo’a untuk mereka bukan hanya ketika mereka sudah meninggal saja. Akan tetapi orang tua yang masih hidup juga harus di doakan. Tujuan anak mendoakan orang tua adalah supaya Allah SWT memberikan rahmat kepada kedua orang tua. Dengan memanjatkan doa maka cinta cinta kepada orang tua akan tumbuh di dalam hati seseorang anak. Selama ia masih hidup ia akan memperoleh pahala dari amalnya sendiri dan akan menjadi bekal bagainya setelah mati. Namun ada 3 hal yang amalnya akan menyebabkan terus mengalir bahkan setelah ia mati, adalah :
> Shodaqoh Jariah
> Ilmu yang bermanfaat
> Anak yang soleh yang mendoakannya.

Ciri dari anak yang soleh adalah anak yang selalu mendo’akan orang tuanya baik orang tuanya itu masih hidup atau sudah meninggal dunia. Adapun doa yang dibaca adalah :

َArtinya : “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihaniku dan mendidik aku sejak kecil”.

6. Berkata Halus, Lemah Lembut Dan Mulia Kepada Orang Tua
Menurut Rachmat Djatnika (1996:205). Segala sikap orang tua terutana ibu memberikan refleksi yang kuat terhadap si anak. Dalam hal berkata pun demikian. Agar si anak berlaku lemah lembut dan sopan kepada orang tuanya haruslah dididik dengan contoh yang baik dalam berbuat, bersikap dan berkata. Dalam ajaran Islam anak harus berbicara sopan, lemah lembut dan menggunakan kata-kata yang mulia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Isra ayat 23-24
Artinya : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Dari ayat-ayat tersebut, si anak berkewajiban berbuat baik kepada ibu dan ayahnya, yaitu dengan menggaulinya dengan sebaik-baiknya, dan berkata kepadanya dengan tidak menyinggung perasaannya, tidak membentak, dan kata-kata yang membuat dia sakit hati. Seperti “ah” euh”. Tetapi hendaklah berkata yang manis, halus dan mulia (Qaulan karimah).

Wallohu`alam bis showwab
*Aboe Akbar Abi*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar